Rabu, 29 Januari 2014

Lukisan-lukisan Raden Saleh

Lukisan

Tokoh romantisme Delacroix dinilai memengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19, Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 - 1851).
Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (1791-1824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam, lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu, dan ketegangan kritis antara hidup dan mati.
Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas di hadapannya. Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan, maka ia menentang penindasan.

Lukisan

Tokoh romantisme Delacroix dinilai memengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19, Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 - 1851).
Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (1791-1824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam, lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu, dan ketegangan kritis antara hidup dan mati.
Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas di hadapannya. Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan, maka ia menentang penindasan.

Kehidupan Raden Saleh ( Pelukis Indonesia )

Raden Saleh Sjarif Boestaman (1807[1][2] atau 1811[3] - 23 April 1880) adalah pelukis Indonesia beretnis Jawa yang mempionirkan seni modern Indonesia (saat itu Hindia Belanda). Lukisannya merupakan perpaduan Romantisisme yang sedang populer di Eropa saat itu dengan elemen-elemen yang menunjukkan latar belakang Jawa sang pelukis.

Masa kecil

Raden Saleh dilahirkan dalam sebuah keluarga Jawa ningrat. Dia adalah cucu dari Sayyid Abdoellah Boestaman dari sisi ibunya. Ayahnya adalah Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja, seorang keturunan Arab.[4] Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terboyo, dekat Semarang. Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).
Raden Saleh Sjarif Boestaman (1807[1][2] atau 1811[3] - 23 April 1880) adalah pelukis Indonesia beretnis Jawa yang mempionirkan seni modern Indonesia (saat itu Hindia Belanda). Lukisannya merupakan perpaduan Romantisisme yang sedang populer di Eropa saat itu dengan elemen-elemen yang menunjukkan latar belakang Jawa sang pelukis.

Masa kecil

Raden Saleh dilahirkan dalam sebuah keluarga Jawa ningrat. Dia adalah cucu dari Sayyid Abdoellah Boestaman dari sisi ibunya. Ayahnya adalah Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja, seorang keturunan Arab.[4] Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terboyo, dekat Semarang. Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).

Kehidupan Agus Djaya ( Pelukis Indonesia )

Agus Djaya atau bernama lengkap Raden Agoes Djajasoeminta (lahir di Pandeglang, Banten, 1 April 1913 – meninggal di Bogor, Jawa Barat, 24 April 1994 pada umur 81 tahun) merupakan pelukis asal Indonesia. Di zaman pendudukan Jepang, ia direkomendasikan oleh Bung Karno untuk menjadi Ketua Pusat Kebudayaan Bagian Senirupa (1942-1945). Pada zaman revolusi kemerdekaan ia katif sebagai Kolonel Intel dan F.P (Persiapan Lapangan). Namun setelah kemerdekaan ia kembali aktif ke dunia senirupa.
Ada suasana magis terpancar dari warna biru dan merah Agus Djaya. Sosok-sosok penari yang tampil dalam lukisannya merupakan penampilan suasana ritual dari masyarakat yang maísih sangat dekat dengan alam. Warna biru dan merahnya seperti sudah menemukan karakter tersendiri, sehingga merupakan idiom yang khas dari Agus. Dunia pewayangan rupanya amat menarik hati pelukis kelahiran Pandeglang, Banten ini. Dalam kanvas-kanvasnya, apabila Agus mengerjakan obyek wayang, terasa ada kekayaan.
Agus Djaya atau bernama lengkap Raden Agoes Djajasoeminta (lahir di Pandeglang, Banten, 1 April 1913 – meninggal di Bogor, Jawa Barat, 24 April 1994 pada umur 81 tahun) merupakan pelukis asal Indonesia. Di zaman pendudukan Jepang, ia direkomendasikan oleh Bung Karno untuk menjadi Ketua Pusat Kebudayaan Bagian Senirupa (1942-1945). Pada zaman revolusi kemerdekaan ia katif sebagai Kolonel Intel dan F.P (Persiapan Lapangan). Namun setelah kemerdekaan ia kembali aktif ke dunia senirupa.
Ada suasana magis terpancar dari warna biru dan merah Agus Djaya. Sosok-sosok penari yang tampil dalam lukisannya merupakan penampilan suasana ritual dari masyarakat yang maísih sangat dekat dengan alam. Warna biru dan merahnya seperti sudah menemukan karakter tersendiri, sehingga merupakan idiom yang khas dari Agus. Dunia pewayangan rupanya amat menarik hati pelukis kelahiran Pandeglang, Banten ini. Dalam kanvas-kanvasnya, apabila Agus mengerjakan obyek wayang, terasa ada kekayaan.

Kehidupan Dullah ( Pelukis Indonesia )

Dullah Suweileh (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 Oktober 1944 – meninggal di Jakarta, 6 April 2008 pada umur 63 tahun) di kalangan musisi akrab dipanggil dengan panggilan Dullah, adalah seorang musisi jazz asal Indonesia.

Biografi

Dullah Suweileh adalah kakak kandung dari Karim Suweileh, sejak kecil sudah tertarik mendengarkan suara perkusi.[1] Pada usia 13 tahun Dullah mulai bermain musik sebagai perkusionis di band sekolahnya di Surabaya. Saat itu dia masih duduk di bangku SMP. Lalu kegiatan bermusik dilanjutkan di bangku SMA, dengan ikut berpartisipasi pada beberapa Lomba Musik antar sekolah.
Bersyukur Dullah lahir di lingkungan yang suka musik, Awad Suweileh, kakak kandung Dullah adalah termasuk pemain perkusi (conga) terbaik pada dekade 1950-an. Awad juga memainkan berbagai gaya musik termasuk jazz dan musik Latin. Awad pula yang kemudian menjadi guru pertama Dullah dalam memainkan conga.
Dullah Suweileh (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 Oktober 1944 – meninggal di Jakarta, 6 April 2008 pada umur 63 tahun) di kalangan musisi akrab dipanggil dengan panggilan Dullah, adalah seorang musisi jazz asal Indonesia.

Biografi

Dullah Suweileh adalah kakak kandung dari Karim Suweileh, sejak kecil sudah tertarik mendengarkan suara perkusi.[1] Pada usia 13 tahun Dullah mulai bermain musik sebagai perkusionis di band sekolahnya di Surabaya. Saat itu dia masih duduk di bangku SMP. Lalu kegiatan bermusik dilanjutkan di bangku SMA, dengan ikut berpartisipasi pada beberapa Lomba Musik antar sekolah.
Bersyukur Dullah lahir di lingkungan yang suka musik, Awad Suweileh, kakak kandung Dullah adalah termasuk pemain perkusi (conga) terbaik pada dekade 1950-an. Awad juga memainkan berbagai gaya musik termasuk jazz dan musik Latin. Awad pula yang kemudian menjadi guru pertama Dullah dalam memainkan conga.

Kehidupan Henri Matisse ( Pelukis Luar Negeri )

Henri-Émile-Benoît Matisse lahir di Le Cateau-Cambresis, Nord, Perancis. Putra tertua dari seorang pedagang gandum yang makmur. Ia dibesarkan di Bohain-en-Vermandois, Picardie, Perancis. Pada tahun 1887, ia pergi ke Paris untuk belajar hokum. Setelah mendapatkan kualifikasinya, ia bekerja sebagai administrator pengadilan di Le Cateau-Cambresis. Ia pertama kali mulai melukis pada tahun 1889, setelah ibunya membawanya perlengkapan seni. Ia pun merasa telah menemukan semacam “surga" dan memutuskan untuk menjadi seorang seniman. Hal ini sangat mengecewakan ayahnya. Pada tahun 1891, ia kembali ke Paris untuk belajar seni di Julian Académie dan menjadi murid William-Adolphe Bouguereau dan Gustave Moreau. Awalnya ia melukis obyek mati yang tampak “hidup” dan pemandangan darat dalam gaya tradisional, di mana ia mencapai kemahiran. Matisse dipengaruhi oleh karya-karya guru sebelumnya seperti Jean-Baptiste-Siméon Chardin, Nicolas Poussin, dan Antoine Watteau, serta seniman modern seperti Édouard Manet, dan seni Jepang.
Henri-Émile-Benoît Matisse lahir di Le Cateau-Cambresis, Nord, Perancis. Putra tertua dari seorang pedagang gandum yang makmur. Ia dibesarkan di Bohain-en-Vermandois, Picardie, Perancis. Pada tahun 1887, ia pergi ke Paris untuk belajar hokum. Setelah mendapatkan kualifikasinya, ia bekerja sebagai administrator pengadilan di Le Cateau-Cambresis. Ia pertama kali mulai melukis pada tahun 1889, setelah ibunya membawanya perlengkapan seni. Ia pun merasa telah menemukan semacam “surga" dan memutuskan untuk menjadi seorang seniman. Hal ini sangat mengecewakan ayahnya. Pada tahun 1891, ia kembali ke Paris untuk belajar seni di Julian Académie dan menjadi murid William-Adolphe Bouguereau dan Gustave Moreau. Awalnya ia melukis obyek mati yang tampak “hidup” dan pemandangan darat dalam gaya tradisional, di mana ia mencapai kemahiran. Matisse dipengaruhi oleh karya-karya guru sebelumnya seperti Jean-Baptiste-Siméon Chardin, Nicolas Poussin, dan Antoine Watteau, serta seniman modern seperti Édouard Manet, dan seni Jepang.

Kehidupan Popo Iskandar ( Pelukis Indonesia )

Pelukis, penulis esai, kritikus sastra Sunda, dosen seni rupa IKIP Bandung. Lahir di Garut pada 18 Desember 1926 dan meninggal pada 29 Januari 2000. Minatnya kepada seni lukis tumbuh karena pengaruh abangnya, Angkama, seorang guru guru gambar HIS, beranjak dewasa dibimbing oleh Hendra Gunawan dan Barli Samitawinata.
Bersama dengan kedua orang gurunya itu, Popo sering keluar masuk lorong dan perkampungan Bandung dan sekitarnya. Dalam proses melukis, Popo merasa lebih dekat dengan Hendra yang sifatnya terbuka, pandai bergaul dan memiliki rasa humor yang segar. Pada masa revolusi, Popo menggabungkan diri dengan TRIP. Dia menamatkan SMP di pengungsian. Setelah ada pengumuman Wakil Presiden Moh. Hatta yang memperkenankan para pegawai sipil bekarja pada pemerintahan negara federal, Popo kembali ke Bandung. Dia bermaksud mendalami seni lukis melalui pendidikan formal, pada jurusan Seni Rupa. Tamat tahun 1958. Penulisan skripsi untuk memenuhi tugas kesarjanaan, menyebabkan ia menulis esai dan kritik yang di antaranya dimuat dalam majalah Siasat (Jakarta) dan Budaya (Yogyakarta).
Pada mulanya lukisan Popo, terpengaruh oleh gurunya, Ries Mulder, orang Belanda yang mengajar di Juruan Seni Rupa dan cenderung berkiblat pada mazhab kubisme dan abstrak. Tetapi pengaruh realisme Hendra Gunawan pun tetap kuat. Dalam perkembangan selanjutnya, Popo menemukan gaya sendiri. Kegemarannya melukis kucing, menyebabkan ia sering diberi julukan "pelukis kucing". Dia melukiskan kegarangan, kemalasan, kelucuan, daya magis dan sifat-sifat lain yang dia lihat ada pada kucing. Dengan garis-garis yang sugestif dan warna yang hanya dua-tiga macam saja, dia mengungkapkan sifat-sifat kucing. Tetapi sebenarnya ia tidak hanya melukis kucing. Binatang lain dan motif lain pun banyak dia lukis seperti batu-batuan, lautan, kebun bambu, bunga, ayam, banteng, harimau, dll. Karya-karyanya seperti dapat dibagi dalam berbagai periode sesuai dengan motif yang banyak dia lukis, seperti periode jambangan bunga, periode kebun bambu, periode batu-batuan, periode lautan, periode kucing, periode ayam, dll.
Popo sering menyelenggarakan pameran, baik tunggal maupun bersama dengan yang lain, baik dalam negeri maupun di luar negeri. Pada tahun 1960, Popo terpilih sebagai Ketua BPB Kiwari Bandung yang aktif menyelenggarakan diskusi dan pertunjukan kesenian tradisional. Waktu pembentukan PPSS Popo menjadi salah seorang pendiri dan duduk sebagai anggota pengurus yang pertama, bertugas menilai calon anggota. Pada tahun 1970, Popo terpilih menjadi anggota Akademi Jakarta yang bertugas antara lain menyusun calon anggota Dewan Kesenian Jakarta dan memberikan saran-saran dalam bidang kebudayaan kepada Gubernur DKI Jakarta. Sehubungan dengan genapnya usia Affandi 70 tahun, Akademi Jakarta menugaskan Popo menulis buku tentang Affandi. Hasilnya adalah Affandi: Suatu jalan Baru dalam Realisme (Jakarta, 1977). Popo menjadi anggota tim penyusun buku Sejarah Seni Rupa Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Kebudayaan Depdikbud (Jakarta, 1982), Naskahnya yang lain: Seni Lukis Indonesia pra-Persagi.

Sumber : http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/2414/Popo-Iskandar
Pelukis, penulis esai, kritikus sastra Sunda, dosen seni rupa IKIP Bandung. Lahir di Garut pada 18 Desember 1926 dan meninggal pada 29 Januari 2000. Minatnya kepada seni lukis tumbuh karena pengaruh abangnya, Angkama, seorang guru guru gambar HIS, beranjak dewasa dibimbing oleh Hendra Gunawan dan Barli Samitawinata.
Bersama dengan kedua orang gurunya itu, Popo sering keluar masuk lorong dan perkampungan Bandung dan sekitarnya. Dalam proses melukis, Popo merasa lebih dekat dengan Hendra yang sifatnya terbuka, pandai bergaul dan memiliki rasa humor yang segar. Pada masa revolusi, Popo menggabungkan diri dengan TRIP. Dia menamatkan SMP di pengungsian. Setelah ada pengumuman Wakil Presiden Moh. Hatta yang memperkenankan para pegawai sipil bekarja pada pemerintahan negara federal, Popo kembali ke Bandung. Dia bermaksud mendalami seni lukis melalui pendidikan formal, pada jurusan Seni Rupa. Tamat tahun 1958. Penulisan skripsi untuk memenuhi tugas kesarjanaan, menyebabkan ia menulis esai dan kritik yang di antaranya dimuat dalam majalah Siasat (Jakarta) dan Budaya (Yogyakarta).
Pada mulanya lukisan Popo, terpengaruh oleh gurunya, Ries Mulder, orang Belanda yang mengajar di Juruan Seni Rupa dan cenderung berkiblat pada mazhab kubisme dan abstrak. Tetapi pengaruh realisme Hendra Gunawan pun tetap kuat. Dalam perkembangan selanjutnya, Popo menemukan gaya sendiri. Kegemarannya melukis kucing, menyebabkan ia sering diberi julukan "pelukis kucing". Dia melukiskan kegarangan, kemalasan, kelucuan, daya magis dan sifat-sifat lain yang dia lihat ada pada kucing. Dengan garis-garis yang sugestif dan warna yang hanya dua-tiga macam saja, dia mengungkapkan sifat-sifat kucing. Tetapi sebenarnya ia tidak hanya melukis kucing. Binatang lain dan motif lain pun banyak dia lukis seperti batu-batuan, lautan, kebun bambu, bunga, ayam, banteng, harimau, dll. Karya-karyanya seperti dapat dibagi dalam berbagai periode sesuai dengan motif yang banyak dia lukis, seperti periode jambangan bunga, periode kebun bambu, periode batu-batuan, periode lautan, periode kucing, periode ayam, dll.
Popo sering menyelenggarakan pameran, baik tunggal maupun bersama dengan yang lain, baik dalam negeri maupun di luar negeri. Pada tahun 1960, Popo terpilih sebagai Ketua BPB Kiwari Bandung yang aktif menyelenggarakan diskusi dan pertunjukan kesenian tradisional. Waktu pembentukan PPSS Popo menjadi salah seorang pendiri dan duduk sebagai anggota pengurus yang pertama, bertugas menilai calon anggota. Pada tahun 1970, Popo terpilih menjadi anggota Akademi Jakarta yang bertugas antara lain menyusun calon anggota Dewan Kesenian Jakarta dan memberikan saran-saran dalam bidang kebudayaan kepada Gubernur DKI Jakarta. Sehubungan dengan genapnya usia Affandi 70 tahun, Akademi Jakarta menugaskan Popo menulis buku tentang Affandi. Hasilnya adalah Affandi: Suatu jalan Baru dalam Realisme (Jakarta, 1977). Popo menjadi anggota tim penyusun buku Sejarah Seni Rupa Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Kebudayaan Depdikbud (Jakarta, 1982), Naskahnya yang lain: Seni Lukis Indonesia pra-Persagi.

Sumber : http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/2414/Popo-Iskandar

Kehidupan Otto Djaya ( Pelukis Indonesia )

Pelukis. Bernama lengkap Otto Djajasuntara. Lahir di Rangkasbitung, Jawa Barat, 6 Oktober 1916 dan meninggal di Jakarta, 23 Juni 2002. Otto Djaja adik Agus Djaja, dipengaruhi sekali oleh karya-karya kakaknya Djaja, yang darinya ia juga menerima banyak pendidikan seni. Selama pendudukan Jepang ia bekerja di Pusat Kebudayaan. Otto Djaja menerima latihan militer selama pendudukan Jepang, dan di masa revolusi adalah mayor dalam angkatan perang Indonesia. Sebagian hasil dari dinasnya di militer, ia sakit pada suatu waktu dan menjadi cacat sebagian. Kariernya berbelok dari seorang militer dengan pangkat terakhir mayor, dan lebih menekuni dunia seni rupa sebagai pilihan yang dilakoni sampai akhir hayat. Ia pernah terlibat dalam pertarungan fisik pada zaman Jepang dan terlatih sebagai anggota tentara PETA dengan pangkat Chudaneho. Sebagai pejuang diakui dengan NPV 8.020.585.
Pelukis. Bernama lengkap Otto Djajasuntara. Lahir di Rangkasbitung, Jawa Barat, 6 Oktober 1916 dan meninggal di Jakarta, 23 Juni 2002. Otto Djaja adik Agus Djaja, dipengaruhi sekali oleh karya-karya kakaknya Djaja, yang darinya ia juga menerima banyak pendidikan seni. Selama pendudukan Jepang ia bekerja di Pusat Kebudayaan. Otto Djaja menerima latihan militer selama pendudukan Jepang, dan di masa revolusi adalah mayor dalam angkatan perang Indonesia. Sebagian hasil dari dinasnya di militer, ia sakit pada suatu waktu dan menjadi cacat sebagian. Kariernya berbelok dari seorang militer dengan pangkat terakhir mayor, dan lebih menekuni dunia seni rupa sebagai pilihan yang dilakoni sampai akhir hayat. Ia pernah terlibat dalam pertarungan fisik pada zaman Jepang dan terlatih sebagai anggota tentara PETA dengan pangkat Chudaneho. Sebagai pejuang diakui dengan NPV 8.020.585.

Kehidupan Raffaello Sanzio ( Pelukis Luar Negeri )

Raphael Sanzio atau Rafaello Sanzio (lahir di Urbino, Italia, 6 April 1483 – meninggal di Roma, Italia, 6 April 1520 pada umur 37 tahun) adalah ahli lukis dan arsitektur terpelajar Italia dari kota Firenze pada masa High Renaissance. Ia juga dikenal dengan panggilan Raffaello Santi, Raffaello da Urbino, atau Rafael Sanzio da Urbino.

Riwayat hidup

Raphael Santi adalah anak dari pasangan Giovanni Santi dan Màgia di Battista Ciarla, yang meninggal pada tahun 1491. Ayahnya memperkenalkan kepada humanist court di kota Urbino, yang hingga akhir abad 15, adalah salah satu pusat kebudayaan teraktif di Italia di bawah pemerintahan Federico da Montefeltro, yang meninggal tujuh bulan sebelum kelahiran Raphael. Di sana Raphael bisa mempelajari karya-karya Paolo Uccello, Luca Signorelli, dan Melozzo da Forlì. Raphael memperlihatkan bakat yang cemerlang, dan pada umur 17 tahun sudah dipanggil master.
Dalam biografinya tentang Raphael, Giorgio Vasari menyebutkan bahwa ayah Raphael membawa Raphael ke Perugia pada umur 11 tahun untuk menjadi tenaga magang bagi Pietro Perugino.
Salah satu karya awal Raphael yang terdokumentasikan adalah lukisan altar untuk gereja San Nicola da Tolentino in Città di Castello, sebuah kota kecil penghubung Perugia dan Urbino. Pengerjaan lukisan ini diperintahkan pada tahun 1500 dan diselesaikan 1501. Lukisan ini rusak akibat gempa pada 1789, dan kini hanya beberapa bagiannya yang sempat diselamatkan dan disimpan di Pinacoteca Tosio Martenigo, Brescia.
Raphael Sanzio atau Rafaello Sanzio (lahir di Urbino, Italia, 6 April 1483 – meninggal di Roma, Italia, 6 April 1520 pada umur 37 tahun) adalah ahli lukis dan arsitektur terpelajar Italia dari kota Firenze pada masa High Renaissance. Ia juga dikenal dengan panggilan Raffaello Santi, Raffaello da Urbino, atau Rafael Sanzio da Urbino.

Riwayat hidup

Raphael Santi adalah anak dari pasangan Giovanni Santi dan Màgia di Battista Ciarla, yang meninggal pada tahun 1491. Ayahnya memperkenalkan kepada humanist court di kota Urbino, yang hingga akhir abad 15, adalah salah satu pusat kebudayaan teraktif di Italia di bawah pemerintahan Federico da Montefeltro, yang meninggal tujuh bulan sebelum kelahiran Raphael. Di sana Raphael bisa mempelajari karya-karya Paolo Uccello, Luca Signorelli, dan Melozzo da Forlì. Raphael memperlihatkan bakat yang cemerlang, dan pada umur 17 tahun sudah dipanggil master.
Dalam biografinya tentang Raphael, Giorgio Vasari menyebutkan bahwa ayah Raphael membawa Raphael ke Perugia pada umur 11 tahun untuk menjadi tenaga magang bagi Pietro Perugino.
Salah satu karya awal Raphael yang terdokumentasikan adalah lukisan altar untuk gereja San Nicola da Tolentino in Città di Castello, sebuah kota kecil penghubung Perugia dan Urbino. Pengerjaan lukisan ini diperintahkan pada tahun 1500 dan diselesaikan 1501. Lukisan ini rusak akibat gempa pada 1789, dan kini hanya beberapa bagiannya yang sempat diselamatkan dan disimpan di Pinacoteca Tosio Martenigo, Brescia.

Kehidupan Pablo Picasso ( Pelukis Luar Negeri )

Pablo Ruiz Picasso (lahir 25 Oktober 1881 – meninggal 8 April 1973 pada umur 91 tahun) adalah seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung. Lahir di Malaga, Spanyol 25 Oktober 1881 dengan nama lengkap Pablo (atau El Pablito) Diego José Santiago Francisco de Paula Juan Nepomuceno Crispín Crispiniano de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso López. Ayahnya bernama Josse Ruiz Blasco, seorang profesor seni dan ibunya bernama Maria Picasso Lopez.

Pendidikan

Picasso memiliki sifat yang selalu ingin belajar. Perbedaan kota atau negara bukan suatu halangan untuk memperoleh beragam ilmu. Di usia 14 tahun, ia lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dua tahun pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama kemudian dia kembali lagi ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol. Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris, kota pusat seni dunia pada masa itu.
Pablo Ruiz Picasso (lahir 25 Oktober 1881 – meninggal 8 April 1973 pada umur 91 tahun) adalah seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung. Lahir di Malaga, Spanyol 25 Oktober 1881 dengan nama lengkap Pablo (atau El Pablito) Diego José Santiago Francisco de Paula Juan Nepomuceno Crispín Crispiniano de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso López. Ayahnya bernama Josse Ruiz Blasco, seorang profesor seni dan ibunya bernama Maria Picasso Lopez.

Pendidikan

Picasso memiliki sifat yang selalu ingin belajar. Perbedaan kota atau negara bukan suatu halangan untuk memperoleh beragam ilmu. Di usia 14 tahun, ia lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dua tahun pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama kemudian dia kembali lagi ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol. Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris, kota pusat seni dunia pada masa itu.

Biografi Vincent van Gogh ( Pelukis Luar Negeri )

Vincent Willem van Gogh (30 Maret 1853 – 29 Juli 1890) adalah pelukis pasca-impresionis Belanda. Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Ia merupakan sulung dari 6 bersaudara, putra pendeta protestan di Groot Zundert, lukisannya beraliran posimpressionisme yang mewakili era spontanitas emosional dalam seni lukis. Vincent adalah orang yang muram, gelisah, dan temperamental, namun pengetahuannya sangat luas. Hal ini dapat dilihat di 700 surat yang dikirimkannya pada saudara yang paling dikasihinya, Theo, yang juga bertugas sebagai manajernya. Surat-surat ini kemudian diterbitkan sebagai catatan kehidupan Van Gogh pada 1911.
Vincent Willem van Gogh (30 Maret 1853 – 29 Juli 1890) adalah pelukis pasca-impresionis Belanda. Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Ia merupakan sulung dari 6 bersaudara, putra pendeta protestan di Groot Zundert, lukisannya beraliran posimpressionisme yang mewakili era spontanitas emosional dalam seni lukis. Vincent adalah orang yang muram, gelisah, dan temperamental, namun pengetahuannya sangat luas. Hal ini dapat dilihat di 700 surat yang dikirimkannya pada saudara yang paling dikasihinya, Theo, yang juga bertugas sebagai manajernya. Surat-surat ini kemudian diterbitkan sebagai catatan kehidupan Van Gogh pada 1911.

Rabu, 30 Oktober 2013

EVALUASI MID SEMESTER 1

SOAL
I.
1. Apa kepanjangan dan fungsi ISP ?
2. Apa yang dimaksud dengan wirelles ?
3. Sebutkan peralatan pendukung koneksi internet !
4. Apa kepanjangan dan pengertian WWW ?

SOAL
I.
1. Apa kepanjangan dan fungsi ISP ?
2. Apa yang dimaksud dengan wirelles ?
3. Sebutkan peralatan pendukung koneksi internet !
4. Apa kepanjangan dan pengertian WWW ?

Rabu, 02 Oktober 2013

Penjelasan Kehidupan Leonardo Da Vinci

Lukis tidak saja mencerminkan luarnya benda, pendapat Da Vinci: yang dimaksud dengan lukis adalah segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, yang dasarnya alami dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang manusia, lalu diekspresikan dalam bentuk gambar.
Menurut Da Vinci, Ilmu pengetahuan dan lukis ada hubungannya, misalnya gambar manusia, dia pernah melakukan sebuah percobaan (membedah mayat agar dapat mengerti anatomi tubuh manusia).
Sehingga dalam lukisannya, dia selalu dengan tepat menangkap gerakan otot di bawah lapisan kulit, maka hasil lukisannya sangat halus, dan cermat, contohnya: sketsa tangannya yang masih tersimpan hingga kini, setiap goresannya sangat indah, goresan penanya juga jelas, hal ini jarang dijumpai pada saat itu. Terutama pada bagian mata dan rambut, tidak saja lembut, juga mengandung suatu daya tarik. Ini menunjukan kematangan, kemampuan lukis tingkat tinggi.
Lukis tidak saja mencerminkan luarnya benda, pendapat Da Vinci: yang dimaksud dengan lukis adalah segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, yang dasarnya alami dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang manusia, lalu diekspresikan dalam bentuk gambar.
Menurut Da Vinci, Ilmu pengetahuan dan lukis ada hubungannya, misalnya gambar manusia, dia pernah melakukan sebuah percobaan (membedah mayat agar dapat mengerti anatomi tubuh manusia).
Sehingga dalam lukisannya, dia selalu dengan tepat menangkap gerakan otot di bawah lapisan kulit, maka hasil lukisannya sangat halus, dan cermat, contohnya: sketsa tangannya yang masih tersimpan hingga kini, setiap goresannya sangat indah, goresan penanya juga jelas, hal ini jarang dijumpai pada saat itu. Terutama pada bagian mata dan rambut, tidak saja lembut, juga mengandung suatu daya tarik. Ini menunjukan kematangan, kemampuan lukis tingkat tinggi.

Latar Belakang Leonardo Da Vinci

Leonardo da Vinci (lahir di Vinci, propinsi Firenze, Italia, 15 April 1452 – meninggal di Clos Lucé, Perancis, 2 Mei 1519 pada umur 67 tahun) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai genius universal.
Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan kuliner.
Leonardo da Vinci (lahir di Vinci, propinsi Firenze, Italia, 15 April 1452 – meninggal di Clos Lucé, Perancis, 2 Mei 1519 pada umur 67 tahun) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai genius universal.
Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan kuliner.

Biodata Leonardo Da Vinci

Nama lahir Leonardo di Ser Piero
Lahir 15 April 1452
Vinci, Florence, yang sekarang termasuk dalam wilayah Italia
Nama lahir Leonardo di Ser Piero
Lahir 15 April 1452
Vinci, Florence, yang sekarang termasuk dalam wilayah Italia

Kartika Affandi

Kartika Affandi (lahir di Jakarta, 27 November 1934; umur 78 tahun) adalah seorang pelukis Indonesia. Ayahnya adalah pelukis terkemuka, Affandi. Lukisannya banyak dipajang di Museum Affandi, antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99), "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99), "Tidak Adil" (Juni 99), "Kembali Pada Realita Kehidupan, Semuanya Kuserahkan Kepada-Nya" (Juli 99).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Affandi
Kartika Affandi (lahir di Jakarta, 27 November 1934; umur 78 tahun) adalah seorang pelukis Indonesia. Ayahnya adalah pelukis terkemuka, Affandi. Lukisannya banyak dipajang di Museum Affandi, antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99), "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99), "Tidak Adil" (Juni 99), "Kembali Pada Realita Kehidupan, Semuanya Kuserahkan Kepada-Nya" (Juli 99).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Affandi

Aktivitas Basuki Abdullah

Lukisan "Kakak dan Adik" karya Basuki Abdullah (1978). Kini disimpan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Pada masa Pemerintahan Jepang, Basuki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basuki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basuki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basuki Resobawo.
Lukisan "Kakak dan Adik" karya Basuki Abdullah (1978). Kini disimpan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
Pada masa Pemerintahan Jepang, Basuki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basuki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basuki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basuki Resobawo.

Riwayat Basuki Abdullah

Basuki Abdullah (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia.Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia, disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia.

Basuki Abdullah (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia.Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia, disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia.

Daftar Nama Pelukis Terkenal di Indonesia

Pelukis terkenal Indonesia

Rabu, 25 September 2013

6 Pelukis Terkenal di Dunia

Seni adalah sesuatu yang tidak dapat didefinisikan yang merupakan perwujudan imajinasi seorang seniman.
Meskipun seiring perjalanan waktu terjadi perubahan gaya dalam seni lukis, beberapa seniman tetap menonjol karena dikenal atas karya besar dan kepeloporannya.
Karya-karya mereka telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
Berikut adalah beberapa pelukis terkenal yang namanya tercetak rapi dalam sejarah.
Seni adalah sesuatu yang tidak dapat didefinisikan yang merupakan perwujudan imajinasi seorang seniman.
Meskipun seiring perjalanan waktu terjadi perubahan gaya dalam seni lukis, beberapa seniman tetap menonjol karena dikenal atas karya besar dan kepeloporannya.
Karya-karya mereka telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
Berikut adalah beberapa pelukis terkenal yang namanya tercetak rapi dalam sejarah.

Biografi Affandi (Maestro Seni Lukis Indonesia)

Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907, putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri.
Namun, bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya, dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.
Pada umur 26 tahun, pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu Kartika Affandi.
Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis.
Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907, putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri.
Namun, bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya, dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.
Pada umur 26 tahun, pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu Kartika Affandi.
Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis.